Search This Blog

Showing posts with label disiplin rohani. Show all posts
Showing posts with label disiplin rohani. Show all posts

Saturday, May 11, 2024

Ironi

‭‭2 Timotius 3:5 TB‬‬
[5] Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
[7] yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 
[8] Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 
[9] Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.


ironi. 

ada keinginan dan kerinduan untuk bertumbuh dan mengenal Tuhan lebih lagi, namun *tidak pernah* dapat mengenal kebenaran. 

kenapa? see below. 

Yang dibicarakan Paulus adalah orang-orang yang aktif beribadah (ayat 5). Namun hidup keagamaan mereka bagai 'tong kosong yang nyaring bunyinya'. Mereka memang mengajarkan hal yang baik, dan secara kasat mata, juga melakukan hal yang baik. Sesungguhnya, hidup mereka tidak menunjukkan ketaatan kepada Allah, yang melihat jauh ke dalam dasar hati. Hidup keagamaan mereka bagai tubuh tak bernyawa karena *tidak bersumber dalam relasi pribadi dengan Allah*, Sang Pemilik Hidup. Orang semacam itu lebih menyukai kesenangan hidup dibandingkan persekutuan dengan Allah (ayat 2). 

Biarkan firman Tuhan membentengi kita dari pikiran, sikap, perkataan, dan perilaku yang berdosa. Hiduplah bersekutu dengan Tuhan agar hidup kita dipenuhi dengan Roh Kudus, bertumbuh di dalam karakter, serta menghasilkan buah roh.

Friday, July 6, 2012

Penyembahan yang Sebenarnya

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Yoh 4:23

Allah terlebih melihat hati kita daripada performance kita di atas mimbar. Tidak perduli sehebat dan sebaik apa persiapan yg kita lakukan untuk pelayanan mimbar kita, tapi Ia terlebih menilik setiap hati dan kehidupan kita. Bukan persiapan teknis yang terbaik tidaklah perlu, namun seharusnya imam-imam Lewi lebih memberikan porsi yang lebih banyak untuk persiapan hati dan hidupnya daripada persiapan teknis di atas mimbar, sebelum ia melayani Allah.

 Penyembah dan pelayan Lewi perlu trus menerus mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap hidup dalam roh DAN kebenaran SETIAP HARI. Krn itulah pelayanan yg sesungguhnya dilihat Tuhan.