Search This Blog

Showing posts with label karakter. Show all posts
Showing posts with label karakter. Show all posts

Sunday, May 3, 2015

Trust

Trust
New Hope Series
Ps. Chandra

Why bad things happened to good people? Seringkali org Kristen sulit utk melihat apa rencana dan tujuan Tuhan mereka mengalami hal tsb.

Apa yg terjadi kita sudah melakukan kebaikan Tuhan dlm hdp kita, tp kita tdk melihat tanda2 janji Tuhan. Apa yg akan kita lakukan? Apakah kita akan ttp berharap kpd Tuhan? 2Raja-Raja 6:33

Org Israel pd saat keluar dr Mesir diberi rahu bhw mereka akan mendapatkan tanah Kanaan yg berlimpah2 susu dan madunya. Namun mereka malah berputar2 selama 40 tahun di padang gurun.

Kel 14:10-12, Kel 16:3, Kel 17:3
Org Israel complaint krn mrk tdk bs melihat dan mengerti jalan dan rencana Tuhan.
Tuhan kasi tau rahasianya. Apa sebenernya tujuan Tuhan?
Ulangan 8:2
Tuhan ingin tau apa yg ada dalam hati kita. Respon apa yg keluar dari hati kita?
Saat kita ada dlm keadaan senang dan baik, kita tdk akan mengetahui apa yg sebenarnya ada dlm hati kita. Saat kita ada dalam tekanan dan masalah, mengalami sesuatu yg tdk enak, kita akan mengeluarkan apa yg sebenarnya ada dlm hati kita, karakter kita yg sesungguhnya.
Ilustrasi: jeruk, kita tdk bs menilai apakah jeruk tsb rasanya manis atau tidak, kecuali kita memeras jeruk tsb dan merasakannya.

Masalah membuat hidup kita berubah dan jika kita pny respon yg baik, kita akan bertumbuh dan berbuah lebat.
Ulangan 8:16
Semuanya hanya utk berbuat baik pd kita akhirnya.
Sukar melihat kesetiaan dalam keadaan yg baik.
Masa kesukaran = masa ujian
Yoh 11:6 Tuhan SENGAJA membiarkan Lazarus meninggal spy org lain dpt melihat kemuliaanNya

2 Kor 12:9
Kelemahan kita membuat kuasa Tuhan nyata atas dan lewat hidup kita.
Ada mujizat dlm sebuah respon yg benar.
Ex: mujizat kisah Yesus yg memberi makan 5rb org
Ex: Janda di Sarfat 1 Raja-Raja 17:15

Responi dgn sikap yg benar bahkan di saat masa2 sukar. Tetaplah bersyukur sekalipun tdk ada alasan utk bersyukur. Tetaplah berikan yg terbaik sekalipun kita membutuhkan nya. Keadaan jgn mengubah sikap hatimu. Biarlah apa yg kita keluarkan, apapun situasinya, adalah respon yg benar. Krn dlm Tuhan, masa kesusahan adalah masa kelimpahan.
Ex: janda yg memberi persembahan dr seluruh yg dia punya, memberi dr kekurangannya.

5 hal yg mrupakan tujuan Tuhan dr smua masalah yg Dia izinkan terjadi:
1. Elevation
Setia dlm hal kecil sebelum Tuhan promosikan utk mengalami hal2 besar yg luar biasa dlm hdp kita. Lwt masalah, Tuhan sdg mempersiapkan kita dan membentuk hati kita utk hal2 yg besar. Ulangan 8:11
2. Devotion
Ulangan 8:5 Lewat masalah, Tuhan ingin spy kita terus melekat dan tetap bergantung sama Tuhan.
3. Manifestation
Ulangan 8:4 Masalah menyatakan pemeliharaanNya dlm hdp kita. Tuhan ingin menujukkan kuasa, kemuliaan, dan kedaulatan Tuhan dlm kelemahan kita
4. Declaration
Ulangan 8:18 Saat kita keluar dr masalah krn penyertaan dan kebaikan Tuhan, blm selesai sampai sini. Tuhan ingin kita memberitakan kesaksian ini utk kemuliaan Tuhan dlm hdp kita.
5. Salvation
Masalah dlm hdp kita bertujuan utk membawa keselamatan bagi org lain. Responi dgn benar, sehingga org lain bs melihat pekerjaan Tuhan dan kesaksian hidup kita hingga mrk mengenal Tuhan.
Daniel 6:26

Sunday, September 8, 2013

Better Not Bigger

Terkadang kita lebih mementingkan hasil, namun mengesampingkan prosesnya. Kita ingin cepat menjadi besar dan sukses, namun lupa untuk menjadi besar dan sukses, kita perlu melewati proses yang terus menerus dan berulang kali.

1. Availability, not ability
Tuhan mencari orang yang mau bukan yang mampu. Ketika kita meresponi panggilan Tuhan, Ia akan menambahkan kemampuan kita. (1 Kor 1:27-29)

2. Persistence, not perfection
Orang yang sukses bukanlah orang yang sempurna, tapi orang yang tekun dalam proses sampai berhasil. Jangan menyerah, tekun dalam proses. (Gal 6:9)

3. Inspiration, not intimidation
Dalam proses menjadi besar, ada kalanya kita jatuh. Jangan pernah menuntut dan mengintimidasi orang, menyalahkan orang dan pihak eksternal, tapi sadar bahwa segala sesuatu yang baik harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Seoarang pemimpin akan menguasai diri sepenuhnya dan memberi inspirasi untuk orang lain, mengubah keadaan dimulai dari diri sendiri.

Thursday, December 29, 2011

Religious Fashion Show

Now Jesus turned to address his disciples, along with the crowd that had gathered with them.  “The religion scholars and Pharisees are competent teachers in God’s Law.  You won’t go wrong in following their teachings on Moses.  But be careful about following them.  They talk a good line, but they don’t live it.  They don’t take it into their hearts and live it out in their behavior.  It’s all spit-and-polish veneer.

Instead of giving you God’s Law as food and drink by which you can banquet on God, they package it in bundles of rules, loading you down like pack animals.  They seem to take pleasure in watching you stagger under these loads, and wouldn’t think of lifting a finger to help.  Their lives are perpetual fashion shows, embroidered prayer shawls one day and flowery prayers the next.  They love to sit at the head table at church dinners, basking in the most prominent positions, preening in the radiance of public flattery, receiving honorary degrees, and getting called ‘Doctor’ and ‘Reverend’.  

Don’t let people do that to you, put you on a pedestal like that.  You all have a single Teacher, and you are all classmates.  Don’t set people up as experts over your life, letting them tell you what to do.  Save the authority for God, let him tell you what to do.  No one else should carry the title of ‘Father’, you heaven only one Father, and he’s in heaven.  And don’t let people maneuver you into taking charge of them.  There is only one Life-Leader for you and them – Christ.  

Do you want to stand out?  Then step down.  Be a servant.  If you puff yourself up, you’ll get the wind knocked out of you.  But if you’re content to simply be yourself, your life will count for plenty.

Mathew 23:1-12 The Message


Saya rasa ayat ini bukan hanya berlaku untuk para pendeta, ahli teologi agama, atau bahkan siswa siswi STT saja.  Ayat ini juga berlaku untuk kita para pelayan Tuhan yang sering kali berkutat di dunia “rohani”, dalam pelayanan di lingkup gereja.

Seringkali secara tidak sadar, posisi dan jabatan kita dalam pelayanan di gereja membuat status sosial kita “naik”, menjadi lebih “tinggi” dari jemaat yang sekedar datang hari Minggu untuk beribadah.  Seolah-olah kita tampak lebih “suci” dan “hebat” dalam soal kerohanian daripada mereka.  Tentu saja kita lebih banyak menghabiskan waktu di gereja dalam pelayanan kita, belum ditambah kelas khusus untuk melengkapi para pelayan dengan firman Tuhan, persekutuan-persekutuan “wajib” bagi para pelayan, pertemuan-pertemuan doa, dan juga mungkin menghadiri lebih dari 1 kali kebaktian karena kita melayani beberapa kebaktian sekaligus.  Itu membuat kita, secara pengetahuan, akan mendapatkan lebih banyak porsi daripada jemaat.

Secara tidak sadar, kita membuat jati diri yang salah di hadapan manusia.  Di gereja, orang selalu mengenal kita baik, luar biasa, pelayanan yang berapi-api, punya hubungan yang intim dengan Tuhan.  Kita selalu terlihat dan tampak “suci” dan seakan tak pernah melakukan kesalahan dan dosa.  Namun, bagaimana kehidupan kita di luar gereja?  Bagaimana kehidupan kita sehari-hari?  Apakah integritas dan nilai-nilai yang selalu kita bicarakan di dalam gereja benar-benar ada dan tertanam dan kita lakukan dalam kehidupan kita?

Dengan level kita yang tadi kita katakan “lebih tinggi” dari jemaat, masihkah kita ada di level berjuang untuk tidak melakukan dosa?  Masihkah kita ada di level berjuang untuk melakukan saat teduh kita setiap pagi?  Masihkah kita ada di level berjuang untuk mengampuni orang lain?  Jika kita memang sudah “lebih tinggi” dari mereka, seharusnya kita sudah tidak ada lagi di level itu.  Tidak perlu lagi sesi pengampunan dosa dan pemulihan luka batin karena kekecewaan.

Secara tidak sadar, kita telah menjadi orang Farisi di gereja.  Tahu dan mengerti semua hal, namun tidak menghidupi kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.  Itu semua sia-sia, dan The Message menyebutkan bahwa itu semua hanya sebuah fashion show, memamerkan dan memakai segala sesuatu yang baik dari kehidupan kita, namun melepaskan dan meletakkannya kembali setelah fashion show tersebut berakhir, kemudian kembali memakai pakaian lama kita setelahnya.  Ketika kita memasuki “dunia rohani” kita, seringkali kita mengambil “baju terbaik” kita, dan menyembunyikan baju sehari-hari kita, jangan sampai mereka melihatnya, namun setelah “keluar” dari sana, kita kembali melepaskan baju terbaik tersebut dan kembali dengan kenyamanan “pakaian” lama kita setelah keluar dari gereja.

Ketika ada orang lain yang bertanya dan konseling kepada kita, kita dapat melontarkan berbagai macam ayat untuk menjawab setiap pertanyaan mereka.  Bahkan jika perlu “menyuruh” mereka berbuat ini dan itu seperti yang ditulis di Alkitab.  Seakan-akan kita menjadi lebih “tinggi” dari kita.  Ketika kita melakukan kesalahan, kita berusaha menutupinya dari orang-orang di lingkungan kerja sehingga mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya kehidupan kita. 

Saudara, jika kita boleh mengenal dan mengerti tentang keselamatan dan kebenaran, itu hanyalah sebuah anugrah yang luar biasa, dan tidak semua orang mendapatkan anugrah itu.  Itu bukan hasil kekuatan kita, namun hanyalah benar-benar sebuah anugrah.  Jika saat ini kita telah mengenal kebenaran, kita harus belajar untuk menghidupi kebenaran itu dalam keseharian kita.  Janganlah menjadi orang Farisi yang ada di dalam bait Allah.

Friday, August 12, 2011

Masalah: Responi dengan Positif

Yohanes 5
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Masalah diizinkan Tuhan terjadi bukan untuk membatasi iman kita dan membuat kita putus asa.  Sebaliknya, masalah seharusnya menjadi latihan bagi kita untuk melihat secara roh pekerjaan Tuhan yang luar biasa dinyatakan dalam hidup kita.  Seringkali respon yang negatif terlontar begitu saja dari mulut kita dan itulah yang kita imani dalam roh kita.  Mari kita jaga hati kita, tetap berpegang teguh pada pengharapan yang dari Tuhan, karena Tuhanlah Allah penolong kita dan Ia akan menolong kita tepat pada waktuNya.

Hadiah Terindah

2 Peter 1: 3-11 
Don't Put It Off
 3-4Everything that goes into a life of pleasing God has been miraculously given to us by getting to know, personally and intimately, the One who invited us to God. The best invitation we ever received! We were also given absolutely terrific promises to pass on to you—your tickets to participation in the life of God after you turned your back on a world corrupted by lust.  5-9So don't lose a minute in building on what you've been given, complementing your basic faith with good character, spiritual understanding, alert discipline, passionate patience, reverent wonder, warm friendliness, and generous love, each dimension fitting into and developing the others. With these qualities active and growing in your lives, no grass will grow under your feet, no day will pass without its reward as you mature in your experience of our Master Jesus. Without these qualities you can't see what's right before you, oblivious that your old sinful life has been wiped off the books.
 10-11So, friends, confirm God's invitation to you, his choice of you. Don't put it off; do it now. Do this, and you'll have your life on a firm footing, the streets paved and the way wide open into the eternal kingdom of our Master and Savior, Jesus Christ.


Kita telah diberikan sebuah panggilan (invitation) yang sangat luar biasa oleh Tuhan, yaitu memiliki pengenalan akan Tuhan secara personal dan intim, sebagai Bapa dan sahabat bagi kita.  Tidak semua orang mendapatkan undangan ini.  Tuhan telah memilih pada mulanya orang-orang yang mendapatkan hak istimewa ini.  Ini adalah tiket kita untuk menuju pada hidup kesempurnaan akan Kristus, di tengah dunia yang penuh dengan hawa nafsu.

Oleh karena itu, mari jangan sia-siakan apa yang telah kita miliki, yang telah Tuhan berikan.  Perlengkapi imanmu dengan karakter yang baik, pengenalan roh, disiplin yang konsisten, ketekunan yang bergairah, kasih terhadap sesama dan kepada semua orang.  Dengan semua kualitas iman yang seperti ini, kita akan terus bertumbuh menjadi dewasa dalam pengalaman rohani kita bersama Tuhan.

Mari kita terima panggilan (undangan) Allah untukmu, karena Allah telah memilihmu dan bukan orang lain.  Jangan sia-siakan itu, lakukan sekarang dan kamu akan melihat pintu kemuliaan surga terbuka lebar kepada kerajaan kekal Yesus Kristus Tuhan.

Saturday, July 30, 2011

Taat!

Ibrani 5:8
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,


Taat adalah sikap tunduk dan dengan rendah hati memberikan kehendak bebasnya untuk ada di bawah kehendak Allah, dan melakukan apapun yang berkenan bagiNya dalam kehidupannya.

Orang yang tidak hidup dalam kebenaran tidak akan pernah bisa menjadi taat karena kehidupannya masih menjadi miliknya sendiri, ia merasa berhak untuk memakai kehendak bebasnya untuk mengatur kehidupannya.

Namun tidak dengan kita, kita telah belajar tentang kebenaran.  Dan kita diajar untuk menyerahkan kehidupan kita bagi kemuliaan Tuhan.  Karena untuk itulah kita diciptakan.

Penguasaan Diri

Titus 2: 6-7
6  Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
7  dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,


MENGUASAI DIRI
Penguasaan diri berarti "memaksa" pikiran atau logika kita untuk tidak memenuhi keinginan daging atau perasaan kita menguasai kehidupan kita ketika terjadi sebuah keadaan yang tidak menyenangkan atau menguntungkan kita.  Untuk menguasai diri, lawan terbesar kita adalah perasaan dan emosi kita.  Ketika kita berhasil mengalahkan perasaan kita, kita seolah-olah ikut menekan ego kita untuk tidak semakin tinggi dan akhirnya membuat kita menjadi orang yang tidak dapat menguasai diri kita sendiri.

Pernah melihat orang-orang yang tidak dapat menguasai dirinya?  Mereka akan bertindak bahkan di luar otak dan kebiasaan mereka dan "menghancurkan" barang atau orang atau keadaan yang ada saat itu.  Walaupun bukan berarti kita tidak dapat mengekspresikan perasaan kita, namun kita perlu tau bahwa Tuhan ingin bukan kedagingan kita yang mengendalikan hidup kita. 

Amsal 16:32
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.