Search This Blog

Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

Tuesday, September 22, 2020

Pray in Faith

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Markus 11:24 TB



Awal saya baca ayat ini, langsung mikir: "masa sih?" Emang bener2 apa aja yg kita minta pasti dikasih?

Ternyata bacanya kecepetan gaes. Ada satu phrase di tengah, yg sering bgt missed ga diperhatiin: percayalah bahwa kamu telah menerimanya.

Simple nya, kl kita berdoa utk sesuatu yg jelek, roh kudus yg ada dlm hati kita bakal memberikan peneguhan ga kl tuhan pasti kabulin? Ngga kan? Kita gakan yakin Tuhan bakal kabulin doa macem kaya gitu.

Jadi intinya, doa kita itu bakal dijawab apa ngga mencerminkan karakternya Tuhan, dan seberapa besar iman kita. Kalo doa kita mencerminkan siapa Tuhan dan memuliakan namaNya, pasti kita yakin dong kalo Tuhan bakal jawab? Keyakinan kita itulah yg akan memperbesar iman kita sehingga doa tersebut pasti dijawab Tuhan.

Sekarang, gimana caranya kita kenal katakternya Tuhan kalo kita ga punya hubungan yang deket sama Tuhan? Mana bisa kita tau apa yang Tuhan suka, apa yang Tuhan ga suka. Kira2 kalo situasi begini, apa yang bakal Tuhan lakuin, gimana cara Dia meresponi segala sesuatu.

Jadi, doa juga bicara soal keintiman. Org2 yg cuma berdoa pas lagi ada maunya doang tapi ga pernah bangun hubungan sama Tuhan, ga kenal seperti apa pribadiNya, mungkin akan sangat kesulitan saat menemukan doanya dijawab Tuhan. Dan saat doanya ga dijawab, dia bilang, "Tuhan mah palsu. Katanya semua yg diminta, tinggal berdoa, semuanya pasti dikasih."

Do you see the connection?

Aku yakin Tuhan bener2 pengen banget memenuhi semua yang diinginkan anak2Nya. Sama aja kan kaya bapa di dunia. Karena dia sayang sama kita. Tapi kalo kita minta sesuatu yg malah membahayakan kita, masa iya Dia tetep kasih? Dan kalo kita minta hal yg terlalu kecil buat Tuhan, Ia mungkin ga jawab doa kita yg itu, tp percayalah Tuhan bakal kasih hal yg lbh baik jauh di luar pemikiran kita.

Sunday, May 3, 2015

Trust

Trust
New Hope Series
Ps. Chandra

Why bad things happened to good people? Seringkali org Kristen sulit utk melihat apa rencana dan tujuan Tuhan mereka mengalami hal tsb.

Apa yg terjadi kita sudah melakukan kebaikan Tuhan dlm hdp kita, tp kita tdk melihat tanda2 janji Tuhan. Apa yg akan kita lakukan? Apakah kita akan ttp berharap kpd Tuhan? 2Raja-Raja 6:33

Org Israel pd saat keluar dr Mesir diberi rahu bhw mereka akan mendapatkan tanah Kanaan yg berlimpah2 susu dan madunya. Namun mereka malah berputar2 selama 40 tahun di padang gurun.

Kel 14:10-12, Kel 16:3, Kel 17:3
Org Israel complaint krn mrk tdk bs melihat dan mengerti jalan dan rencana Tuhan.
Tuhan kasi tau rahasianya. Apa sebenernya tujuan Tuhan?
Ulangan 8:2
Tuhan ingin tau apa yg ada dalam hati kita. Respon apa yg keluar dari hati kita?
Saat kita ada dlm keadaan senang dan baik, kita tdk akan mengetahui apa yg sebenarnya ada dlm hati kita. Saat kita ada dalam tekanan dan masalah, mengalami sesuatu yg tdk enak, kita akan mengeluarkan apa yg sebenarnya ada dlm hati kita, karakter kita yg sesungguhnya.
Ilustrasi: jeruk, kita tdk bs menilai apakah jeruk tsb rasanya manis atau tidak, kecuali kita memeras jeruk tsb dan merasakannya.

Masalah membuat hidup kita berubah dan jika kita pny respon yg baik, kita akan bertumbuh dan berbuah lebat.
Ulangan 8:16
Semuanya hanya utk berbuat baik pd kita akhirnya.
Sukar melihat kesetiaan dalam keadaan yg baik.
Masa kesukaran = masa ujian
Yoh 11:6 Tuhan SENGAJA membiarkan Lazarus meninggal spy org lain dpt melihat kemuliaanNya

2 Kor 12:9
Kelemahan kita membuat kuasa Tuhan nyata atas dan lewat hidup kita.
Ada mujizat dlm sebuah respon yg benar.
Ex: mujizat kisah Yesus yg memberi makan 5rb org
Ex: Janda di Sarfat 1 Raja-Raja 17:15

Responi dgn sikap yg benar bahkan di saat masa2 sukar. Tetaplah bersyukur sekalipun tdk ada alasan utk bersyukur. Tetaplah berikan yg terbaik sekalipun kita membutuhkan nya. Keadaan jgn mengubah sikap hatimu. Biarlah apa yg kita keluarkan, apapun situasinya, adalah respon yg benar. Krn dlm Tuhan, masa kesusahan adalah masa kelimpahan.
Ex: janda yg memberi persembahan dr seluruh yg dia punya, memberi dr kekurangannya.

5 hal yg mrupakan tujuan Tuhan dr smua masalah yg Dia izinkan terjadi:
1. Elevation
Setia dlm hal kecil sebelum Tuhan promosikan utk mengalami hal2 besar yg luar biasa dlm hdp kita. Lwt masalah, Tuhan sdg mempersiapkan kita dan membentuk hati kita utk hal2 yg besar. Ulangan 8:11
2. Devotion
Ulangan 8:5 Lewat masalah, Tuhan ingin spy kita terus melekat dan tetap bergantung sama Tuhan.
3. Manifestation
Ulangan 8:4 Masalah menyatakan pemeliharaanNya dlm hdp kita. Tuhan ingin menujukkan kuasa, kemuliaan, dan kedaulatan Tuhan dlm kelemahan kita
4. Declaration
Ulangan 8:18 Saat kita keluar dr masalah krn penyertaan dan kebaikan Tuhan, blm selesai sampai sini. Tuhan ingin kita memberitakan kesaksian ini utk kemuliaan Tuhan dlm hdp kita.
5. Salvation
Masalah dlm hdp kita bertujuan utk membawa keselamatan bagi org lain. Responi dgn benar, sehingga org lain bs melihat pekerjaan Tuhan dan kesaksian hidup kita hingga mrk mengenal Tuhan.
Daniel 6:26

Friday, July 6, 2012

Mengucap Syukur

Ucapan syukur adalah bukti iman percaya kita kepada Allah. Ketika kita mengucap syukur dalam segala keadaan, hal tersebut artinya kita sedang mendeklarasikan bahwa Allah berdaulat atas hidup kita apapun keadaannya.

Ucapan syukur selain memperkuat iman kita juga menarik kuasa Allah bekerja dalam hidup kita. John R. Bisagno dalam bukunya, "The Power Of Positive Prayer" menyatakan, "Langkah pertama yang sangat efektif dalam doa adalah pujian dan ucapan syukur."

Bersungut-sungut adalah tindakan kebalikan dari mengucap syukur. Sungut-sungut mematahkan semangat. Selain itu sungut-sungut menghina Tuhan, karena kita telah berprasangka buruk terhadap-Nya. Ketika bangsa Israel bersungut-sungut saat berada di padang gurun, Tuhan mengungkapkan kekecewaannya kepada Musa seperti ini, "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mukjizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!" (Bilangan 14:11).

Sekalipun dalam kehidupan ini, umat percaya tetap mengalami pencobaan, sakit penyakit dan terkadang bencana, namun kita harus tetap percaya bahwa Allah mengasihi kita dan percaya bahwa segala yang terjadi di ijinkan-Nya untuk mendatangkan kebaikan. Untuk itulah Rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Roma seperti ini, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Hari ini, mari awali hari kita dengan ucapan syukur. Apapun keadaan kita saat ini, kita patut menaikkan ucapan syukur kepada Allah.

Ucapan syukur mendatangkan kuasa dan berkat Allah dalam hidup kita.

Hidup Dengan, Oleh, dan Di Dalam Iman

Roma 1:16-17
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'Orang benar akan hidup oleh iman.'"


Mengapa seseorang dapat bertobat secara radikal (atau tampaknya) dan begitu bergairah tentang iman baru mereka tapi kemudian tiba-tiba menyerah begitu saja?
Mereka tampaknya memiliki pengalaman pertobatan yang paling menakjubkan, tapi tiba-tiba, mereka berhenti dan pergi.
Bagaimana itu bisa terjadi?

Saya pikir orang yang seperti itu sebenarnya tidak pernah benar-benar bertobat dan diselamatkan.
Ini bukan tentang emosi sesaat, tetapi adalah tentang ujian waktu.
Jika seseorang adalah Kristen sejati, dia akan terus bertahan -- meskipun tidak sempurna dan disertai banyak kesalahan.
Seorang Kristen sejati tidak mungkin menjadi tersesat dan tidak pernah kembali.

Tetapi jika seseorang adalah benar-benar orang yang percaya, dia selalu akan kembali.
Jika mereka menyimpang dan tidak pernah kembali, berarti mereka tidak pernah benar-benar menjadi orang percaya yang sesungguhnya.
Seperti dikatakan dalam 1 Yohanes 2:19, "Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita."

Mungkin mereka membangun iman mereka pada pengalaman emosional, dan memang bisa ada pengalaman emosional dalam pertobatan, meskipun tidak selalu.
Tetapi Anda tidak dapat membangun hidup Anda pada landasan emosi, karena emosi datang dan pergi.
Seseorang yang mengharapkan bahwa kehidupan Kristen selalu dipenuhi oleh pengalaman emosional rohani setiap hari akan merasa kecewa ketika mereka bangun pagi dan tidak merasakan apa-apa.

Itulah saatnya untuk mulai bertumbuh dan berjalan dengan iman, bukan dengan perasaan.

Roma 1:17 mengatakan, "Orang benar akan hidup oleh iman."
Namun beberapa orang membangun hubungan mereka dengan Tuhan atas dasar pengalaman emosional, dan ketika emosi tidak ada, mereka menyerah.


Orang Kristen yang membangun hubungannya dengan Tuhan berdasarkan iman akan terus bertahan sampai kesudahannya.

Janji Tuhan

Bagi setiap orang yang percaya dan berharap, Tuhan memiliki janji yang indah untuk masa depan mereka. Namun seringkali mulut kita sendiri yang membatalkan janji itu dengan kata-kata yang negatif, tnp harapan, putus asa, dan ketidakpercayaan.

Ibrani 10:38
Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.

Seringkali masalah dan pergumulan yang berat membuat kita hampir mundur dari seluruh pengharapan kita akan Tuhan. Namun Tuhan ingin agar kita menaruh pengharapan kita dalam iman akan janjiNya bahwa Allah sedang bekerja dalam segala sesuatu untuk menggenapi rencanaNya atas hidup kita. Tetaplah berharap, karena kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa. Kita lebih dari pemenang!

Friday, August 12, 2011

Tetap Kuat dalam Masalah

Mazmur 44
6  (44-7) Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan,
7  (44-8) tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.

Satu hal yang saya kagumi dari Daud adalah tentang kehidupannya.  Dalam kitab Mazmur, kita bisa melihat bahwa hidupnya mengalami banyak masalah, tekanan, ketakutan, teror, pengkhianatan, dan lain sebagainya.  Namun ia tidak meninggalkan Tuhan dan tetap menaruh harapannya kepada Tuhan.  Ia tetap percaya bahwa Allah adalah kekuatannya, tempat persembunyiannya, gunung batunya, kota bentengnya, dan juga gembala yang baik baginya.  Masalah tidak membuatnya kecewa dan meninggalkan Tuhan, tetapi semakin melekat dengan Tuhan.

Hari-hari ini, ketika Tuhan mengizinkan masalah ada dalam kehidupan kita, ingatlah Daud yang selalu bermazmur dan berdoa memuji Allahnya, bersyukur selalu walaupun tidak ada keadaan positif yang menjadi alasannya untuk mengucap syukur.

Masalah: Responi dengan Positif

Yohanes 5
5  Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
7  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Masalah diizinkan Tuhan terjadi bukan untuk membatasi iman kita dan membuat kita putus asa.  Sebaliknya, masalah seharusnya menjadi latihan bagi kita untuk melihat secara roh pekerjaan Tuhan yang luar biasa dinyatakan dalam hidup kita.  Seringkali respon yang negatif terlontar begitu saja dari mulut kita dan itulah yang kita imani dalam roh kita.  Mari kita jaga hati kita, tetap berpegang teguh pada pengharapan yang dari Tuhan, karena Tuhanlah Allah penolong kita dan Ia akan menolong kita tepat pada waktuNya.

Hadiah Terindah

2 Peter 1: 3-11 
Don't Put It Off
 3-4Everything that goes into a life of pleasing God has been miraculously given to us by getting to know, personally and intimately, the One who invited us to God. The best invitation we ever received! We were also given absolutely terrific promises to pass on to you—your tickets to participation in the life of God after you turned your back on a world corrupted by lust.  5-9So don't lose a minute in building on what you've been given, complementing your basic faith with good character, spiritual understanding, alert discipline, passionate patience, reverent wonder, warm friendliness, and generous love, each dimension fitting into and developing the others. With these qualities active and growing in your lives, no grass will grow under your feet, no day will pass without its reward as you mature in your experience of our Master Jesus. Without these qualities you can't see what's right before you, oblivious that your old sinful life has been wiped off the books.
 10-11So, friends, confirm God's invitation to you, his choice of you. Don't put it off; do it now. Do this, and you'll have your life on a firm footing, the streets paved and the way wide open into the eternal kingdom of our Master and Savior, Jesus Christ.


Kita telah diberikan sebuah panggilan (invitation) yang sangat luar biasa oleh Tuhan, yaitu memiliki pengenalan akan Tuhan secara personal dan intim, sebagai Bapa dan sahabat bagi kita.  Tidak semua orang mendapatkan undangan ini.  Tuhan telah memilih pada mulanya orang-orang yang mendapatkan hak istimewa ini.  Ini adalah tiket kita untuk menuju pada hidup kesempurnaan akan Kristus, di tengah dunia yang penuh dengan hawa nafsu.

Oleh karena itu, mari jangan sia-siakan apa yang telah kita miliki, yang telah Tuhan berikan.  Perlengkapi imanmu dengan karakter yang baik, pengenalan roh, disiplin yang konsisten, ketekunan yang bergairah, kasih terhadap sesama dan kepada semua orang.  Dengan semua kualitas iman yang seperti ini, kita akan terus bertumbuh menjadi dewasa dalam pengalaman rohani kita bersama Tuhan.

Mari kita terima panggilan (undangan) Allah untukmu, karena Allah telah memilihmu dan bukan orang lain.  Jangan sia-siakan itu, lakukan sekarang dan kamu akan melihat pintu kemuliaan surga terbuka lebar kepada kerajaan kekal Yesus Kristus Tuhan.

Saturday, July 30, 2011

Iman Yang Nyata

Filipi 4: 8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.


Menumbuhkan iman kita dimulai dari memikirkan dan meperkatakan hal-hal yang positif dan sesuai dengan kebenaran firman.  Kata-kata yang sering keluar dari mulut kita, itulah yand didengar oleh alam bawah sadar kita, yang mengamini semua perkataan kita.  Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus.  Mari jaga setiap panca indra kita, untuk menerima kata-kata positif yang sesuai firman Allah, sehingga kita dapat menumbuhkan iman yang semakin tajam dalam hidup kita.

Thursday, July 7, 2011

Melakukan Iman

Yakobus 2
14  Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
15  Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
16  dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
17  Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
18  Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
19  Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
20  Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
21  Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
22  Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
23  Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."
24  Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
25  Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
26  Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Apa yang membuat sebagian orang Kristen menjadi "jago kandang"?  Bukan saja hanya karena sebagian besar kesibukannya di luar pekerjaan habis karena kegiatan gereja.  Namun karena kita tidak melakukan iman yang telah kita dapatkan di dalam gereja dan dibawa ke luar gereja untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya seringkali berpikir bagaimana melatih iman saya untuk perkara-perkara besar?  Namun bagaimana caranya kita memiliki iman yang besar jika kita tidak pernah melatihnya lewat perbuatan kita dalam perkara-perkara kecil?  Saya suka ayat 19.  Apakah kita percaya bahwa Allah ada?  Then, prove it.  Di kantor, di kampus, di keluarga.  Lewat perkara-perkara kecil, tunjukkan bahwa Tuhan ada dan nyata dalam hidupmu, sehingga apa yang terpancar dari hidupmu adalah firman yang hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Mari belajar dari hal-hal sederhana.  Jika kita rindu Tuhan memperbesar kapasitas iman kita, mari setia terlebih dahulu dalam perkara-perkara yang kecil.  Melakukan iman adalah sama pentingnya dengan memiliki iman itu sendiri.  Ingat-ingat, iman tanpa perbuatan yang nyata adalah sia-sia belaka.